Awalnya tikus emas bercita-cita menjadi polisi, terus kata tetangga-tetangga disekitar nya
"Kau jadi insinyur aja"
"Kau jadi pilot aja, bisa terbang kesana kemari"
"Owh, jadi dokter gak usah lah, biayanya terlalu mahal"
Jadi, Sitikus yang gak pernah gak juara pertama semenjak kelas satu SD hingga menjelang kelas 3 SMP ini, menang sering terbawa-bawa lingkungan. Misalnya, ketika SD orang tuanya berencana memasukkan dirinya ke pesantren didekat kotamadya, tetapi masih dalam lingkungan kabupaten yang sama. Tetapi, mau menjelang tamat SD, orang tua nya mengatakan kamu sekolah di SMP dekat kampung asal ayah mu saja. Nah, akhirnya sitikus sekolah di SMP kelahiran ayahnya, dan tinggal bersama bibi nya (bibi ini bibi jauh, kakak dari ayah tikus, saudara sebapak).
Nah, ketika SMP, orang tuanya mengatakan, sitikus masuk STM aja, ntar setelah tamat STM. tikus bisa lansung bekerja. Ini ternyata manjur diawal doang. Tikus akhirnya masuk SMA boarding school yang ternama di kabupatennya. Melalui test yang ketat (entah seberapa ketat), tikus akhirnya bisa lulus test recruitmen dan bersekolah disana.
Semenjak bersekolah di sekolah ternama, sitikus ini berkembang pesat, awalnya dia hanya bisa mengikuti beberapa kompetisi dan menjuarai tingkat kabupaten dan tingat provinsi. Tingkat Nasional dia hanya pernah mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh UGM jogjakarta.
Nah, apa cita-cita tikus sebenarnya??
Emang sih, cita-cita itu bisa berubah setiap saat. Tapi sepertinya tikus ini gak bisa jauh-jauh dari kampuang halamannya. Dia pengen bertani. Walaupun badannya tidak begitu kuat untuk bertani.
Akh, bukan itu, dia ingin jadi programmer, owh tidak. Penulis juga tidak begitu yakin akan menulis kan apa untuk cita-cita sitikus. Yang jelas sitikus itu tidak pernah bercita-cita jadi pemain sepakbola.
Thursday, 15 November 2012
Wednesday, 14 November 2012
Asal tikus
Si tikus ini dulu nya bukan siapa-siapa, terus lahir kedunia karena ya itu adalah takdir tuhan, menurut kisah, di tikus ini telah berjanji dengan tuhannya sebelum dia lahir untuk beribadah kepada-Nya, Allah SWT.
Si tikus lahir pada hari minggu, yah hari pertama dari tujuh hari yang ada, tahun kelahiran tikus berusaha untuk menutupinya, karena itu adalah bagian privasi si tikus, jadi penulis (baca:tikus), tidak akan mencantumkan tanggal lahir si tikus pada tulisan ini.
Berasal dari keluarga biasa-biasa saja, si tikus ini sangat pemalas, ini dibuktikan ketika si tikus disuruh untuk mengerjakan sesuatu oleh orang tua nya, si tikus ini sering menolak, bahkan meminta saudaranya untuk melakukan itu. Si tikus ini punya seorang abang dan seorang adik cowok, jadi semua nya keluarga tikus dong?? Owh, itu terserah pembaca saja, kalau menganggap semuanya tikus, ntar kedengaran sama saudara tikus yang lebih tua, tikus gak tanggung jawab, walaupun badannya kecil, dia pernah loh bikin tangan orang lain patah karena bertengkar, waktu itu dia sekolah dikota medan. Tapi walaupun dia kecil, keras dan tegas, dia tetap sayang dan respect kepada tikus, karena si tikus ini adalah tikus emas.
Karene perekonomian dan krisis moneter pada tahun 1998, tikus dan keluarganya tercinta, pindah ke ladang, yang hanya ada satu pondok 4x3 meter dan ditempati oleh 7 orang, pondok tercinta ini berlantai bambu yang, berdingin bambu, dilapisi kertas semen bekas supaya angin tidak masuk kedalam pondok. Yah, tinggal dihari pertama emang banyak nyamuk, tidur tidak nyenyak, sesekali bunyi helikopter kecil berdenging ditelinga si tikus. Tapi, si tikus bersabar, karena dia yakin sebentar lagi dia akan jadi tikus yang berwarna emas, eh, perasaan penulis, si tikus ini tidak pernah berpikir dia akan jadi tikus emas.
Waktu sitikus kecil, seingat nya waktu itu rame baju kampanye golkar, berwarna kuning dengan dua jempol, pilih no.2. Emang pada waktu itu Golkar emang selalu menang di setiap kampanye, listrik baru ada di daerah tikus pada tahun 1998 atau 2000 ya, penulis lupa mencatat peristiwa yang sangat berharga ini, tapi seingat penulis, waktu itu tikus pergi ke tempat bibinya, kemudian tau-tau ketika pulang listrik sudah ada dirumahnya.
Diantara keluarganya, si tikus ini mempunyai tempat lahir yang berbeda, loh. Padahal tempatnya sama, yaitu dirumah peninggalan neneknya. Tetapi karena kesalahan di SD dia sekolah, semua akte, ijazah SMP, SMA, KTP jadi berbeda, ini karena guru di SD nya suka-suka atau gak sengaja telah menukar tempat lahir sitikus yaitu NLH. Apa itu NLH? itu adalah singkatan tempat lahir sitikus, kalau ada pembaca yang satu kelas bersama tikus saat kuliah di semester satu, singkatan NLH ini pasti tidak asing lagi, karena pada waktu itu sitikus eh penulis eh? siapa aja deh, telah menuliskan tempat lahir dengan singkatan NLH, karena ketersedian kotak untuk menuliskan tempat lahir pada waktu itu sangat sempit dan terbatas, jadi penulis menyingkats saja dengan menuliskan NLH
Si tikus lahir pada hari minggu, yah hari pertama dari tujuh hari yang ada, tahun kelahiran tikus berusaha untuk menutupinya, karena itu adalah bagian privasi si tikus, jadi penulis (baca:tikus), tidak akan mencantumkan tanggal lahir si tikus pada tulisan ini.
Berasal dari keluarga biasa-biasa saja, si tikus ini sangat pemalas, ini dibuktikan ketika si tikus disuruh untuk mengerjakan sesuatu oleh orang tua nya, si tikus ini sering menolak, bahkan meminta saudaranya untuk melakukan itu. Si tikus ini punya seorang abang dan seorang adik cowok, jadi semua nya keluarga tikus dong?? Owh, itu terserah pembaca saja, kalau menganggap semuanya tikus, ntar kedengaran sama saudara tikus yang lebih tua, tikus gak tanggung jawab, walaupun badannya kecil, dia pernah loh bikin tangan orang lain patah karena bertengkar, waktu itu dia sekolah dikota medan. Tapi walaupun dia kecil, keras dan tegas, dia tetap sayang dan respect kepada tikus, karena si tikus ini adalah tikus emas.
Karene perekonomian dan krisis moneter pada tahun 1998, tikus dan keluarganya tercinta, pindah ke ladang, yang hanya ada satu pondok 4x3 meter dan ditempati oleh 7 orang, pondok tercinta ini berlantai bambu yang, berdingin bambu, dilapisi kertas semen bekas supaya angin tidak masuk kedalam pondok. Yah, tinggal dihari pertama emang banyak nyamuk, tidur tidak nyenyak, sesekali bunyi helikopter kecil berdenging ditelinga si tikus. Tapi, si tikus bersabar, karena dia yakin sebentar lagi dia akan jadi tikus yang berwarna emas, eh, perasaan penulis, si tikus ini tidak pernah berpikir dia akan jadi tikus emas.
Waktu sitikus kecil, seingat nya waktu itu rame baju kampanye golkar, berwarna kuning dengan dua jempol, pilih no.2. Emang pada waktu itu Golkar emang selalu menang di setiap kampanye, listrik baru ada di daerah tikus pada tahun 1998 atau 2000 ya, penulis lupa mencatat peristiwa yang sangat berharga ini, tapi seingat penulis, waktu itu tikus pergi ke tempat bibinya, kemudian tau-tau ketika pulang listrik sudah ada dirumahnya.
Diantara keluarganya, si tikus ini mempunyai tempat lahir yang berbeda, loh. Padahal tempatnya sama, yaitu dirumah peninggalan neneknya. Tetapi karena kesalahan di SD dia sekolah, semua akte, ijazah SMP, SMA, KTP jadi berbeda, ini karena guru di SD nya suka-suka atau gak sengaja telah menukar tempat lahir sitikus yaitu NLH. Apa itu NLH? itu adalah singkatan tempat lahir sitikus, kalau ada pembaca yang satu kelas bersama tikus saat kuliah di semester satu, singkatan NLH ini pasti tidak asing lagi, karena pada waktu itu sitikus eh penulis eh? siapa aja deh, telah menuliskan tempat lahir dengan singkatan NLH, karena ketersedian kotak untuk menuliskan tempat lahir pada waktu itu sangat sempit dan terbatas, jadi penulis menyingkats saja dengan menuliskan NLH
Subscribe to:
Posts (Atom)